<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://at-tadzkir.org/wordpress/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://at-tadzkir.org/wordpress</link>
	<description>Best View With Firefox 3.0.5</description>
	<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 04:36:55 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Light In the Dark</title>
		<link>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=453</link>
		<comments>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=453#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 04:36:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[Original Title  : &#8212;&#8211;
Written by    : Vicky
Oh! Supreme Lover!
Let me leave aside my worries.
The flowers are blooming
with the exultation of your Spirit.
By Allah!
I long to escape the prison of my ego
and lose myself
in the mountains and the desert.
These sad and lonely people tire me.
I long to revel in the drunken frenzy [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Original Title  : &#8212;&#8211;<br />
Written by    : Vicky</p>
<p>Oh! Supreme Lover!<br />
Let me leave aside my worries.<br />
The flowers are blooming<br />
with the exultation of your Spirit.</p>
<p>By Allah!<br />
I long to escape the prison of my ego<br />
and lose myself<span id="more-453"></span><br />
in the mountains and the desert.</p>
<p>These sad and lonely people tire me.<br />
I long to revel in the drunken frenzy of your love<br />
and feel the strength of Rustam in my hands.</p>
<p>I’m sick of mortal kings.<br />
I long to see your light.<br />
With lamps in hand<br />
the sheikhs and mullahs roam<br />
the dark alleys of these towns<br />
not finding what they seek.</p>
<p>You are the Essence of the Essence,<br />
The intoxication of Love.<br />
I long to sing your praises<br />
but stand mute<br />
with the agony of wishing in my heart.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://at-tadzkir.org/wordpress/?feed=rss2&amp;p=453</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kurasakan Kelembutan-Mu Yaa Allah</title>
		<link>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=447</link>
		<comments>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=447#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 10:06:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Judul Asli : &#8212;-
Penulis    : Vicky
Engkau berdiri dengan sendiri
Engkau mutlak
tiada yang lain mampu mempengaruhi-Mu.
Engkau Maha Perkasa
Engkau kembangkan payung keperkasaan-Mu
melindungi yang lemah dan tidak berdaya
akulah yang lemah dan tidak berdaya itu
di bawah payung keperkasaan-Mu daku bernaung
Engkau sekali-kali tidak akan menolak
para hamba yang menyerah diri kepada-Mu.

Alangkah mudahnya
bila segala sesuatu diserahkan kepada-Mu
dan yakin Engkau menerimanya
Engkau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Asli : &#8212;-<br />
Penulis    : Vicky</p>
<p>Engkau berdiri dengan sendiri<br />
Engkau mutlak<br />
tiada yang lain mampu mempengaruhi-Mu.</p>
<p>Engkau Maha Perkasa<br />
Engkau kembangkan payung keperkasaan-Mu<br />
melindungi yang lemah dan tidak berdaya<br />
akulah yang lemah dan tidak berdaya itu<br />
di bawah payung keperkasaan-Mu daku bernaung<br />
Engkau sekali-kali tidak akan menolak<br />
para hamba yang menyerah diri kepada-Mu.<br />
<span id="more-447"></span><br />
Alangkah mudahnya<br />
bila segala sesuatu diserahkan kepada-Mu<br />
dan yakin Engkau menerimanya<br />
Engkau tidak pernah letih atau lalai<br />
tidak mengantuk tidak tidur<br />
tidak bosan menguruskan hal hamba-hamba-Mu.</p>
<p>Wahai Pelindung diriku<br />
penyerahan adalah kelapangan<br />
penyerahan adalah kedamaian<br />
penyerahan adalah Kesejahteraan.</p>
<p>Wahai Pelindung diriku<br />
penuhilah hatiku dengan yakin<br />
agar sekaliannya kembali kepada-Mu<br />
tanpa sebarang sisa pada diriku.</p>
<p>Engkau gemar mendengar tutur-kata hamba-hamba-Mu<br />
Engkau tidak jemu mendengar daku membebel<br />
tiap ucapanku Engkau jawab<br />
dengan kelembutan-Mu<br />
wahai al-Latiff<br />
kami para hamba sangat Engkau manjai<br />
dengan kemaha-lembutan-Mu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://at-tadzkir.org/wordpress/?feed=rss2&amp;p=447</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Instropeksi</title>
		<link>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=451</link>
		<comments>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=451#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 09:59:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Judul Asli : &#8212;-
Penulis    : Vicky
Bismillahirrohmaanirrohiim
Ya Allah Ya Tuhanku,
Engkau Yg menghitung dan menghimpun dengan teliti gerak-gerik hamba-Mu,
Engkau yang Maha Mengetahui sikap dan tingkah laku orang2 yang menjauhi atau mendekati-Mu
Engkau telah menghimpun semua rahasia dan yang lebih tersembunyi dari rahasia hamba2-Mu.
Ya Allah…
bukalah tabir yang menyelubungi kalbu kami, agar kami dapat menyaksikan pada diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Asli : &#8212;-<br />
Penulis    : Vicky</p>
<p>Bismillahirrohmaanirrohiim</p>
<p>Ya Allah Ya Tuhanku,</p>
<p>Engkau Yg menghitung dan menghimpun dengan teliti gerak-gerik hamba-Mu,<br />
Engkau yang Maha Mengetahui sikap dan tingkah laku orang2 yang menjauhi atau mendekati-Mu</p>
<p>Engkau telah menghimpun semua rahasia dan yang lebih tersembunyi dari rahasia hamba2-Mu.</p>
<p>Ya Allah…<span id="more-451"></span><br />
bukalah tabir yang menyelubungi kalbu kami, agar kami dapat menyaksikan pada diri kami, cahaya anugerah-Mu.</p>
<p>Wahai tuhan kami Yang Maha Pemberi Anugerah…<br />
Karuniailah kami cahaya pengawasan diri,<br />
agar kami dapat mengawasi semua aktivitas kami,<br />
baik gerak maupun diam kami</p>
<p>amin…</p>
<p>Wa shallallahu ‘Ala Sayyina Muhammad Wa Ala Aalihi Wa shahbihi Wa Sallam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://at-tadzkir.org/wordpress/?feed=rss2&amp;p=451</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Diri Sendiri Sebelum Mengenal Tuhan</title>
		<link>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=460</link>
		<comments>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=460#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 09:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keimanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Judul Asli : Menegenal Diri
Penulis    : Ripto Ajah
Barang siapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya….
Awalun muminin ma’rifatulloh
Pertama kali seseorang ingin tergolong sebagai orang mu’min (beriman) yaitu dia harus mengenal Alloh Tuhannya.. (ma’rifattulloh).  Untuk bisa mengenal Alloh kita harus kenal dengan diri kita terlebih dahulu..
Yang dimaksud mengenal diri kita tentu banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Asli : Menegenal Diri<br />
Penulis    : Ripto Ajah</p>
<p>Barang siapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya….<br />
Awalun muminin ma’rifatulloh</p>
<p>Pertama kali seseorang ingin tergolong sebagai orang mu’min (beriman) yaitu dia harus mengenal Alloh Tuhannya.. (ma’rifattulloh).  Untuk bisa mengenal Alloh kita harus kenal dengan diri kita terlebih dahulu..</p>
<p>Yang dimaksud mengenal diri kita tentu banyak sekali persepsinya…  misal dulu waktu penulis belajar pada salah seorang ulama di daerah jawa tengah agak sedikit berbeda… pada saat itu dijelaskan kalau kita sudah kenal saudara kembar kita (istilah saat itu sejatineng diri), dia akan <span id="more-460"></span>bisa keluar setiap saat mewujud dan bisa berdialog/berkomunikasi  dengan kita yg asli…. Dan sampai sekarang pun penulis belum pernah mencapai tingkatan seperti  itu..</p>
<p>Hanya saja setelah bergabung dg at-tadzkir akhirnya penulis mendapatkan wawasan yg sangat jauh berbeda dan masuk dalam akal / logika kita..</p>
<p>Mengenal Diri berarti mengenal siapa kita ? dari mana kita ? mau kemana kita ? kenapa kita dihidupkan ? untuk apa hidup ? mau kemana hidup ?</p>
<p>Mengenal diri juga berarti mengenal apa aja yg ada dalam diri kita.. dimulai dari mengenal betul secara fisik (lahir) tentang kelebihan dan kekurangan fisik kita, mengenal betul semua anggota tubuh kita sendiri dan akan kita gunakan untuk apa anggota tubuh kita ? Siapa yang menciptakan tubuh kita yg begitu sempurna ?</p>
<p>Mengenal diri kita secara bathin… yaitu hati kita, rasa kita, jiwa kita….</p>
<p>Mengenal secara fisik sangat perlu untuk kita, karena dengan mengenal secara fisik kita bisa menjaga amanah dari Allah Sang Pencipta.. Setelah mengenal fisik kita tentu kita akan mengetahui kelebihan dan kekurangn fisik kita.. kelebihan wajib kita syukuri tidak untuk disombongkan.. kekurangan tidak perlu disesali tapi tetap harus kita syukuri… kekurangan fisik kita selagi bisa kita maksimalkan untuk mengupayakan agar bisa lebih baik itu juga tanda kita syukur kepada Sang Pencipta… Misal kita diberi badan agak kurus.. berarti cara bersyukurnya kita tetap menerima keadaan fisik kita yg kurus, menjaganya agar tetap Vit dan sehat.. Makan-makanan yg bergizi, istirahat yg cukup, olahraga bila perlu minum obat atau jamu yg bisa menjaga stamina tubuh kita.. Dengan stamina yg prima tentunya kita bisa beribadah kepada Tuhan kita baik beribadah hablumminannas maupun hablumminalloh.. Tentunya dengan kita gunakan tubuh kita untuk hal yang baik-baik yakin tubuh kita juga akan semakin baik.. setelah kita mengenal kekuatan tubuh kita sendiri maka kita akan bisa memaksimalkan ibadah kita.. demikian juga dengan kelebihan dan kekurangan fisik kita yang lain. Tapi perlu digarisbawahi bahwa dalam menutup kekurangan fisik kita tidak boleh memaksakan diri.  Memaksimalkan diri dengan memaksakan diri sangat berbeda sekali.. Contoh kita mempunyai hidung yang kurang mancung atau agak pesek. Untuk memaksimalkan bisa dilatih dengan tiap hari memencet dan menarik hidung kita sesering mungkin, dalam waktu yang panjang yakin hidung kita akan bertambah mancung sedikit demi sedikit. (sebagai contoh anak yang pesek tapi ingusan dari kecil sampai besar yakin besarnya akan lebih mancung karena setiap saat dia harus membuang ingus dihidungnya). Tapi orang yang memaksakan diri untuk mancung akan menggunakan jalan pintas dengan operasi plastik atau suntik silicon pasti akan tidak wajar alias mengagetkan perubahannya. Demikian juga dengan kekurangan fisik kita yang lainnya.  Perlu adanya ketekunan.</p>
<p>Dengan mengenal fisik kita sehingga kita bisa bersyukur kepada Sang Pencipta berarti kita bisa menjadi orang yang tahu diri karena dikasih sama Tuhan kita berterimaksih kepadaNya.</p>
<p>Mengenal diri kita secara bathin.. kita berusaha mengenal hati kita.</p>
<p>Hati segumpal daging/darah yang ada dalam tubuh kita yang bisa mempengaruhi dan mengendalikan tubuh kita, kalau hati kita baik maka baik pula perbuatannya tapi kalau hatinya kotor maka kotor pula perbuatan kita.. Didalam hati ada dua ruang atau dua sisi atau dua wadah. Yang pertama wadah kebaikan biasa disebut dengan QOLBUN SALIM yang di dalamnya ada NUR ILAHI, ada Cahaya Kebenaran, Cahaya Ketenangan (Nafsul Mutmainah) dan dikendalikan oleh para malaikatnya Alloh dan biasa disebut dengan hati yang paling dalam atau hati NURANI. Disisi lain ada Nafsu Jahat yang akan dikendalikan oleh sang Iblis yaitu nafsu untuk kejahatan yang biasanya akan menjadi penyakit dalam hati kita seperti : nafsu amarah, iri, dengki, sombong, ujub, takabur, ria dll..</p>
<p>Karena dua sisi yang berbeda itulah makanya dalam setiap diri manusia akan ada peperangan antara kebaikan dan kejahatan.. Di sinilah tugas manusia didunia untuk memilih salah satu diantara keduanya.. Pilihan itu tidak gampang karena iblis tidak akan tinggal diam, karena iblis tidak akan rela dan akan selalu berbisik-bisik didalam hati manusia (Q.S. An-Nas).  Sisi mana yang akan kita hidupkan ? tentunya sisi yang baik, sisi yang diwarnai dengan kebersihan, kesejukan, ketenangan, kelembutan, kebenaran, keadilan dan kedamaian.  </p>
<p>Kita tidak akan sanggup melawan kebathilan tanpa berlindung kepada yang punya kebenaran ALLAH SWT. Kenalkan hati kita kepada yang menguasai kehidupan, kenalkan hati kita dengan yang bisa membolak balikkan hati, kenalkan hati kita dengan yang MAHA segala-galanya. </p>
<p>Ibarat tubuh kita sebuah mobil ada supir utama yang dapat sim dan mandat resmi dari sang majikan tapi ada supir tembak yang tidak mendapat mandat dari sang majikan tapi sering mengambil alih kemudi kita. Supir tembak biasanya akan membawa mobil dengan seenaknya sendiri tanpa memperdulikan peraturan maupun rambu-rambu yang ada, karena ia tidak akan diminta pertanggungjawaban oleh sang majikan.  Pada saat kita sedang dalam keadaan tenang tahu2 kemudi tubuh kita direbut sang amarah maka meledaklah kita dalam amarah yang tidak terkendali hanya oleh masalah yang sepele (bahkan ada yang sampai menyakiti dan bahkan membunuh orang lain hanya masalah yang kecil)….  terkadang kemudi kita direbut oleh sang iri sehingga hati kita merasa teriris-iris manakala ada orang lain lebih baik dari kita.. Terkadang kita merasa paling benar, merasa paling hebat, merasa paling banyak ibadahnya, merasa paling bijak, merasa paling baik manakala kesombongan telah menguasai diri kita bahkan sangkin latifnya si sombong dalam menguasai diri kita dalam keadaan penuh kesombongan dan takabur. Terkadang pula kita tidak sadar dan ingin memberitahukan kebaikan dan amal ibadah kita kepada orang lain baik secara terang-terangan atapun terselubung sesungguhnya kita sudah terperosok kedalam sumur ria…</p>
<p>Gambaran diatas hanyalah sedikit teori mengenal diri, yang jadi pertanyaan kita semua bagamana cara untuk bisa mengenal diri ?</p>
<p>Untuk bisa mengenal diri kita wajib instrospeksi diri, wajib mengkaji diri.. luangkan sedikit  waktu kita untuk merenungi diri ? Apa yang sudah kita lakukan hari ini ? berapa banyak kesalahan dan kekurangan kita hari ini ? berapa banyak kita memuji dan menolong orang lain ? bila perlu bikin tabel kebaikan dan kejelekan prilaku kita ? Kurangi mengoreksi dan mengomentari orang lain, komentari dan koreksilah diri kita sendiri.. Terkadang kita sibuk memikirkan dan mencari kesalahan orang lain padahal kesalahan dan kekurangan kita sendiri sangat banyak tapi tidak pernah kita pikirkan.  Ibarat pepatah Gajah dipelupuk mata tidak kelihatan tapi kuman diseberang lautan tampak jelas.</p>
<p>Setelah instrospeksi dan mengkaji diri tahap berikutnya mengevaluasi kekurangan dan kelemahan dalam diri kita… Kita kurang dalam ilmu dunia segeralah belajar dengan sungguh-sungguh.. Kita kurang dalam ilmu akherat, perbanyaklah dalam belajar ilmu akherat baik melalui buku-buku atau berguru kepada seorang ulama yang alim…. Kita kurang dan lemah dalam hal rohani dan bathin kita maka cepatlah kita mencari pembimbing yang memang mumpuni dalam hal itu..</p>
<p>Dengan mengevaluasi diri dari hari ke hari maka tiap hari kita akan melakukan perubahan ke aranh yang lebih baik… Kalau hari ini kita marah-marah besok kita akan mengurangi dan belajar mengendalikan emosi kita…  Kalau hari ini kita lalui dengan hal-hal yang negative maka besok kita akan melakukan taubat dan menggantinya dengan hal-hal positif…. Hari ini kita memaki orang setelah malam merenung segera minta maaf dan mulailah belajar memuji orang lain…. Kalau hari ini banyak perbuatan kotor yang kita lakukan  tentunya setelah merenung berjanji atau ikrar dalam diri akan merubahnya menjadi perbuatan yang bersih baik secara lahir amupun bathin.</p>
<p>Setiap hari sedikit demi sedikit kita menambal kekurangan kita baik dari tutur kata, tingkah laku, wawasan, pola pikir, adab kita kepada orang lain maupun adab kita kepada Tuhan kita…. Sedikit demi sedikit asal berkomitmen (beritikad) hari demi hari memprogram diri kita untuk lebih baik dan lebih baik lagi… Yang tadinya kita emosional dan pemarah besar sedikit demi sedikit kita berubah menjadi penuh kedamaian dan ketenangan.. Yang tadinya hati kita dipenuhi iri dan dengki sedikit demi sedikit kita rubah dan akhirnya mencapai rasa bahagia apabila melihat orang lain senang dan lebih baik dari kita…  Yang tadinya kita pendendam tidak bisa memaafkan orang lain dan kita juga tidak pernah minta maaf ke orang lain, sedikit demi sedikit kita menjadi pemaaf dan menjadi orang yang pertama kali minta maaf kepada orang lain… Yang tadinya kita pelit bin medit bin bakhil sedikit demi sedikit kita berubah menjadi seorang yang dermawan dan lain sebagainya… Yang tadinya kita tidak pernah bertaubat, tidak pernah berdoa dan berserah diri kepada Alloh sedikit demi sedikit kita berubah menjadi orang yang berusaha bertaubat (mohon ampun kepada Allah) setiap saat.. Kita berusaha menjadi orang yang selalu melibatkan Allah dalam setiap urusan kita dengan penuh kepasrahan, penuh penghambaan dan doa dengan penuh pengharapan.. Yang tadinya kita orang yang tidak pernah berterimakasih setelah mengkaji diri sedikit demi sedikit menjadi orang yang pandai berterimakasih kepada orang lain ataupun kepada Allah…. Yang tadinya penuh dengan kekotoran hati dengan mengenal diri, kita akan menuju ke kebeningan hati.  InsyaAlloh dengan berbekal kebersihan dan ketenangan jiwa, kebeningan hati maka kita akan bersatu/berjumpa dengan dengan yang Maha Suci… Amiin. </p>
<p>Dengan mengenal diri itulah kita akan tahu posisi kita sehingga kita bisa menempatkan/memposisikan diri kita secara benar baik dihadapan mahluk maupun dihadapan Tuhan sehingga kita akan menjadi orang yang tahu diri… Kita akan menjadi pribadi yang supel, diterima semua kalangan, dan kita akan menjadi pribadi yang bisa menjalin hubungan dengan tuhannya secara total dalam lahir maupun bathin… dan akhirnya diduniapun kita diakui keberadaannya oleh sesame, sehingga orang lain akan bilang bahwa sipulan memang orang yang tahu diri….. Wallohua’alam bissawab</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://at-tadzkir.org/wordpress/?feed=rss2&amp;p=460</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Qolbu</title>
		<link>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=445</link>
		<comments>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=445#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 05:29:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[qolbu]]></category>

		<category><![CDATA[rahmat]]></category>

		<category><![CDATA[singgasana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[QOLBU…
Syekh Abdul Karim Ibnu Ibrahim Al Jaili [1366M - 1430M]
Qalbu adalah Singgasana Allah
Pusat kendali diri setiap manusia
Landasan penampakkan Al Haq
Ranah hamparan kasih rahmatNya
Ia adalah cerminan hakikatNya
Mikroskop nilai keluhuranNya
Wadah penampung kalamNya
Jaring penangkap isyarat-isyaratNya

Ia dianalogikan dengan cahaya
Diurai dengan huruf-huruf Qur’ani
Ia laksana, minyak dan lampu
Dalam Misykat serta kaca menyala
Ia mudah terbalik dan pongah,
Qalbu yang ingat mulia, yang lalai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>QOLBU…<br />
Syekh Abdul Karim Ibnu Ibrahim Al Jaili [1366M - 1430M]</p>
<p>Qalbu adalah Singgasana Allah<br />
Pusat kendali diri setiap manusia<br />
Landasan penampakkan Al Haq<br />
Ranah hamparan kasih rahmatNya</p>
<p>Ia adalah cerminan hakikatNya<br />
Mikroskop nilai keluhuranNya<br />
Wadah penampung kalamNya<br />
Jaring penangkap isyarat-isyaratNya<br />
<span id="more-445"></span><br />
Ia dianalogikan dengan cahaya<br />
Diurai dengan huruf-huruf Qur’ani<br />
Ia laksana, minyak dan lampu<br />
Dalam Misykat serta kaca menyala</p>
<p>Ia mudah terbalik dan pongah,<br />
Qalbu yang ingat mulia, yang lalai nista,<br />
Ia kadang bersinar, kadang gelap,<br />
Ia menyinari jagad diri dan kehidupan,</p>
<p>Qalbu didatangi DutaNya untuk<br />
Dipersiapkan menerima tugas ketuhanan<br />
Qalb suci bermoral malaikatNya<br />
Qalbu kotor berkarakteri setan terlaknat</p>
<p>Qalbu adalah penanda setiap insan<br />
Adakah ia manusia baik atau buruk<br />
Ia merupakan pundit rahasia batin<br />
Samudera pengetahuan setiap manusia<br />
Ia kunci pembuka keagunganNya<br />
Pintu pembentang rahasia-rahasiaNya</p>
<p>Itulah wajah hakiki qalbumu yang sesungguhnya<br />
Simpanlah rahasia batinmu, kau akan melihat rahasiaNya</p>
<p>Kebahagiaan dunia bisa diraih dengan jejak kaki<br />
Kebahagiaan hakiki akhirat hanya bisa ditempuh dengan qalbu</p>
<p>Penyingkapan Agung dan tirai Makrifat terbuka oleh “laku“ qalbu<br />
Rapor kebaikan dan keburukan setiap insani berdasar “laku“ qalbu</p>
<p>Manusia yang membiarkan kalbunya penuh noda hati<br />
Selamanya tidak akan merasakan penyingkapan rahasia AgungNya</p>
<p>Qalbu adalah perbendaharaan agung<br />
Modal utama setiap manusia menujuNya<br />
Insan yang tidak memuliakan kalbunya<br />
Akan menuai keburukan abadi di sisiNya</p>
<p>Qalbu adalah landasan pacu hakikat<br />
Nilai hakiki tidak akan landing di qalbu yang kotor<br />
Qalbu yang tidak suci berlumur hijab<br />
Qalbu yang terhijab tidak akan Makrifatullah</p>
<p>Qalbu adalah media Wushul da Qurb<br />
Keintiman denganNya juga dengan “laku“ qalbu<br />
Hakikat kebaikan bersendikan qalbu<br />
Kebaikan yang tidak bernurani, adalah busuk</p>
<p>Ilham suciNya turun di qalbu suci<br />
Qalbu buruk adalah landasan bisikan jahat setan<br />
Muara “laku“ qalbu adalah ridhaNya<br />
KerelaanNya hanya berdasarkan “laku“ qalbu jernih<br />
KemurkaanNya akibat “ulah“ qalbu<br />
Siksa pedih akhirat juga akibat “ulah“ busuk qalbu</p>
<p>Qalbu adalah sentra penentu nasib<br />
Kebahagiaan dan kesengsaraan hakiki akibat qalbu<br />
Qalbu yang taat beroleh ridhaNya<br />
Qalbu yang kufur, akan menuai kemurkaanNya<br />
Qalbu yang pongah dan tersesat<br />
Adalah qalbu yang lupa mendzikir padaNya<br />
Wajah kebaikan qalbu adalah lurus<br />
Wajah kesesatan qalbu, tindak kemaksiatannya</p>
<p>Tajamkan mata Qalbu dan pikir<br />
Akan tersingkap keagungan rahasia ayat-ayatNya<br />
Qalbu adalah pengantin jasad dan ruh<br />
Hanya Qalbu Sakinah yang sambung dengan DiriNya</p>
<p>Lihatlah kepada “laku“ baik qalbumu<br />
Itulah rahasia batinmu, dan modal utamamu menujuNya<br />
Pandanglah kebaikan-kebaikanNya<br />
Akan ditampakkan untukmu segala makna hakiki</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://at-tadzkir.org/wordpress/?feed=rss2&amp;p=445</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Ridho Allah</title>
		<link>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=442</link>
		<comments>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=442#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 05:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keimanan]]></category>

		<category><![CDATA[Allah]]></category>

		<category><![CDATA[Ridlo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[Judul Asli : Ridho Allah
Penulis    : Ripto.Ajah
Hampir semua orang islam tahu betul bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini hanya mencari ridho Alloh… Kata-kata RIDHO ALLOH sendiri sangat luas artinya, sangat dalam maknanya, dan sangat banyak penjabaran serta penafsirannya…
Mari kita telusuri bahasa RIDHO ALLOH dengan pemikiran yang sederhana dan logis… dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Asli : Ridho Allah<br />
Penulis    : Ripto.Ajah</p>
<p>Hampir semua orang islam tahu betul bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini hanya mencari ridho Alloh… Kata-kata RIDHO ALLOH sendiri sangat luas artinya, sangat dalam maknanya, dan sangat banyak penjabaran serta penafsirannya…</p>
<p>Mari kita telusuri bahasa RIDHO ALLOH dengan pemikiran yang sederhana dan logis… dengan bahasa yang sederhana ridho berarti menerima dengan baik atau menerima dengan ikhlas…<br />
Ridho Alloh bersama dengan Ridho orang tua..<span id="more-442"></span></p>
<p>Tentunya kalau anak ingin diterima oleh orang tuanya berarti anak tersebut harus menuruti perintah orang tua (perintah yang baik) dan tidak melakukan apa yang dilarangnya… sudah barang tentu seorang anak juga harus bisa menerima dengan baik apapun yang orang tua berikan kepadanya (menerima dengan senang hati).<br />
Orang tua memberi banyak anak wajib berterimakasih, Orang tua memberi sedikit anak juga harus tetap berterimakasih. Agar orang tua senang dengan sang anak tentunya si anak juga harus bisa menyenangkan orang tuanya.</p>
<p>Pendek kata kita sebagai anak harus berbuat sebaik mungkin kepada orang tua, berusaha semaksimal mungkin membahagiakan orang tua. Kita jaga nama baik orang tua dengan tidak berbuat yang memalukan dan mencoreng nama baik orang tua.</p>
<p>Tutur kata kita harus sopan dan santun, lembut dan penuh perhatian, cepat dan tanggap dengan apa yang orang tua inginkan, tidak menunda-nunda apa yang diperintahkan orang tua.<br />
Pada saat anak sakit orang tua pasti akan berusaha semaksimal mungkin mengupayakan agar anak bisa cepat sembuh. Anak juga harus berbuat demikian ketika mendapatkan orang tuannya sakit.<br />
Kepada orang tua anak juga harus bisa membangun komunikasi yang baik, sering berbagi rasa baik suka maupun duka. Intensitas komunikasi sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman anak dan orang tua.<br />
Kalau kita berbuat yang baik dan bisa membahagiakan orang tua yakin orang tua tanpa kita mintapun akan akan dengan tulus mendoakan anaknya agar hidupnya lebih baik lagi..</p>
<p>Sabar apabila orang tua sedang marah marah, dengarkan segala keluh kesahnya. Kalau kita sering memberi dan membahagiakan orang tua yakin orang tua juga akan memberikan apa yang ia punya agar bisa membahagiakan anaknya..</p>
<p>Insya Alloh dengan kita ridho melakukan yang terbaik untuk orang tua kita akan mendapat ridho orang tua..<br />
Cirinya kita mendapat ridho orang tua bisa dilihat dan dirasakan.. Orang tua akan senang dengan kehadiran sang anak.. orang tua akan senang mendengar suara anaknya.. orang tua bahagia hanya dengan melihat foto anaknya, orang tua akan membanggakan anaknya didepan orang lain dan orang tua juga akan menjaga nama baik anaknya.</p>
<p>Kalau kita sudah bisa mendapatkan ridho orang tua berarti kita sudah masuk dalam satu tahapan dalam pencarian RIDHO ALLOH.</p>
<p>RIDHO ALLOH..<br />
Sama dengan mencari ridho orang tua.. untuk mencari RIDHO ALLOH kita sebagai hamba harus bisa menjalankan segala perintah-NYA dan menjauhi segala larangan-NYA. Dan kita juga harus bisa ridho dan menerima dengan baik dengan segala apa yang Alloh hadirkan kepada kita..<br />
Alloh hadirkan keindahan dan kemapanan kita wajib bersyukur. Alloh hadirkan kesusahan dan cobaan kita juga harus Alhamdulillah.. Diberi penderitaan hidup tetap tenang dan yakin dengan kebesaran-NYA, bahkan wajib berterimakasih kepada-NYA. Tetap bahagia dikala suka dan duka.. Banyak orang mampu menghadapi ujian ketiadaan tapi tak jarang orang gagal pada saat diuji dengan keberadaan.<br />
Kita juga harus bisa menjaga NAMA ALLOH (asmaul husna) Alloh Maha Pemberi/Pemurah berarti kita tidak boleh pelit.. Alloh Maha Penyayang berarti kita tidak boleh membenci dan memusuhi orang.. Alloh Maha Pengampun berarti kita juga harus bisa memaafkan orang lain.. Alloh Maha Suci berarti kita harus bisa mensucikan diri kita baik lahir maupun bathin.. Alloh Maha Perkasa berarti kita tidak boleh loyo.. das seterusnya (99 Asma)..</p>
<p>Kita juga harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan Alloh.. Kita wajib berprasangka baik kepada Alloh.. Membangun komunikasi dengan Alloh dengan berbagai cara, sholat 5 waktu, sholat sunah, sholat malam, dzikir baik dihati maupun dilisan.. Melibatkan Alloh dalam semua urusan kita, curhat dan berserah diri kepada-NYA.. Yang Jelas Alloh Ghoib sehingga untuk bisa membangun komunikasi tersebut kita harus menggunakan perangkat ghoib pula yaitu hati, jiwa, rasa dan sang bathin. Tetapi perangkat-perangkat tersebut hanya bisa dioperasikan dengan adanya sang raga.. Tanpa sang raga kita tidak bisa melakukan apa-apa. Raga itulah yang bisa berhubungan dengan wakil-wakilnya Alloh di muka bumi. Tapi raga tanpa hati dan jiwa serta rasa tentunya kita bagaikan robot yang akan mudah dikendalikan oleh sang NAFSU.<br />
Tutur kata yang lembut.. Bahasa nan sopan, berserah diri, merendah dan tidak sombong di hadapan-NYA adalah modal kita untuk berkomunikasi kepada-NYA</p>
<p>Setiap saat setiap waktu hati, rasa dan jiwa kita harus kita latih untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta.. dengan belajar mengenal-NYA kita akan belajar untuk menjalankan KEHENDAK-NYA.. mencoba mengerti apa kemaun-NYA sehingga kita bisa benar-benar menjadi Wakil-NYA (khalifah) dibumi ini..<br />
Pada saat ada Wakil Alloh (manusia dan seluruh makhluk yang ada) yang sedang sakit, kita harus peduli dan jadi orang pertama yang menengoknya, dan apabila kita ada kemampuan untuk menyembuhkannya kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkannya.. Pada saat ada yang membutuhkan pertolongan kita yang paling pertama menolongnya.. Ada yang kekurangan kita yang pertama memberinya.. Jadikanlah raga kita benar-benar menjadi wakilnya Alloh dimuka bumi ini.</p>
<p>Ada yang memaki, membenci dan memfitnah kita anggaplah itu sebagai cara Alloh menegur dan berbicara kepada kita, sehingga kita tidak mungkin bisa balik marah dan membencinya. Yang ada kita akan introspeksi dengan kekurangan kita, segera minta ampun kepada-NYA dan berterimakasih kepada orang yang membenci dan memaki kita dengan kita mendoakan kebaikan untuknya.</p>
<p>Pendek kata kalau kita ingin mendapat RIDHONYA kita juga harus berusaha untuk mendapatkan ridho dari wakil-wakil Alloh yang berhubungan dengan kita.</p>
<p>Ciri orang yang mendapat Ridho Alloh bisa dilihat didunia ini. Ia akan diterima oleh seluruh kalangan, kehadirannya akan membahagiakan orang lain, perjalanannya akan menorehkan kebaikan di alam, kata-katanya merupakan solusi bagi orang-orang yang membutuhkan, seluruh hidupnya digunakan untuk kebaikan umat, hidupnya sebagai tauladan yang baik, seluruh hidupnya digunakan untuk mewujukan cinta dan mengagungkan ALLOH SWT.. amin…</p>
<p>semoga kita semua bisa mendapatkan ridho-NYA….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://at-tadzkir.org/wordpress/?feed=rss2&amp;p=442</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengajian Bulan Juli 09</title>
		<link>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=438</link>
		<comments>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=438#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 04:56:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ansori</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Doa]]></category>

		<category><![CDATA[Dzikir]]></category>

		<category><![CDATA[Keimanan]]></category>

		<category><![CDATA[Sholat]]></category>

		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Video At-tadzkir]]></category>

		<category><![CDATA[al-Qur'an]]></category>

		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>

		<category><![CDATA[alqur'an]]></category>

		<category><![CDATA[at-tadzkir]]></category>

		<category><![CDATA[iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[Pengajian Juli Bag. 1

Pengajian Juli Bag. 2

Pengajian Juli Bag. 3

Pengajian Juli Bag. 4

Pengajian Juli Bag. 5

Pengajian Juli Bag. 6

Pengajian Juli Bag. 7

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengajian Juli Bag. 1</p>
<p><object width="445" height="364" data="http://www.youtube.com/v/52H8oblXA5s&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/52H8oblXA5s&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p><span id="more-438"></span>Pengajian Juli Bag. 2</p>
<p><object width="445" height="364" data="http://www.youtube.com/v/fOQ6eJvIfdo&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/fOQ6eJvIfdo&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p>Pengajian Juli Bag. 3</p>
<p><object width="445" height="364" data="http://www.youtube.com/v/iaDugtCZcmE&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/iaDugtCZcmE&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p>Pengajian Juli Bag. 4</p>
<p><object width="445" height="364" data="http://www.youtube.com/v/M_T-QRya0fA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/M_T-QRya0fA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p>Pengajian Juli Bag. 5</p>
<p><object width="445" height="364" data="http://www.youtube.com/v/y7NANfP7YOk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/y7NANfP7YOk&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p>Pengajian Juli Bag. 6</p>
<p><object width="445" height="364" data="http://www.youtube.com/v/FrVtUhJ9jGY&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/FrVtUhJ9jGY&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p>Pengajian Juli Bag. 7</p>
<p><object width="445" height="364" data="http://www.youtube.com/v/JlSQ1p14o3k&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/JlSQ1p14o3k&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://at-tadzkir.org/wordpress/?feed=rss2&amp;p=438</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ku Mohon Ampunan-Mu Yaa Allah</title>
		<link>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=435</link>
		<comments>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=435#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 06:18:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keimanan]]></category>

		<category><![CDATA[Sajak]]></category>

		<category><![CDATA[ampunan]]></category>

		<category><![CDATA[dosa]]></category>

		<category><![CDATA[istigfar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Judul Asli : &#8212;
Penulis : Vicky
Dalam temaram cahaya lilin aku bersimpuh
satukan segala panca indera k e dalam satu titik
titik yang menjadi pusat dari kendali tubuhku
titik dalam diri yang disebut sebagai qolbu
dan kutongkatkan lidahku 
sebagai simbol penyerahan mulutku dalam kendali Nya
dan kulemaskan segala sendi2 tubuhku
sebagai simbol penyerahan diriku dalam kendali Nya
kematian membayang dalam fikirku
walau sebenarnya tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Asli : &#8212;<br />
Penulis : Vicky</p>
<p>Dalam temaram cahaya lilin aku bersimpuh<br />
satukan segala panca indera k e dalam satu titik<br />
titik yang menjadi pusat dari kendali tubuhku<br />
titik dalam diri yang disebut sebagai qolbu</p>
<p>dan kutongkatkan lidahku <span id="more-435"></span><br />
sebagai simbol penyerahan mulutku dalam kendali Nya<br />
dan kulemaskan segala sendi2 tubuhku<br />
sebagai simbol penyerahan diriku dalam kendali Nya</p>
<p>kematian membayang dalam fikirku<br />
walau sebenarnya tanpa mati tak akan kukenal Dia<br />
tapi kenapa ketakutan selalu menyertai perjalananku<br />
dan ternyata itulah rasa awal menapak jalan ruhani</p>
<p>lalu kudesahkan Astaghfirullah dalam qolbuku<br />
memohon ampun dihadapan ruhani suci pembimbingku<br />
ampun dari segala dosa dari ujung kepala hingga ke ujung kaki<br />
dari dosa yang kusadar dan tak kusadar</p>
<p>tak terasa bergetar seluruh sel-sel dalam tubuhku<br />
bergetar harmonis dalam sekujur tubuh dan darahku<br />
hingga tercapailah ketentraman fikir dan jiwa<br />
dan hilanglah segala kesadaran akan diri</p>
<p>binasa diri dalam pelukan cinta Illahi<br />
binasa segala rasa yang kurasakan dalam diri<br />
hilang diri hilang akalku hilang kesadaran jasmaniku<br />
maka terbitlah kesadaran spiritualku</p>
<p>perjumpaan dengan para kekasih Allah<br />
berkumpul dalam harmony jiwa dalam cinta dan damai<br />
bersatu dalam untaian persaudaraan dalam kasih Allah<br />
itulah makna penyatuan dalam alam rabbani</p>
<p>alam keabadian di mana tiada lagi batasan antar manusia<br />
tiada lagi dinding pemisah jiwa para pencari keabadian<br />
tiada lagi bendera-bendera agama ataupun suku bangsa<br />
yang ada hanyalah kedamaian dan kedamaian</p>
<p>dalam diam kurasakan segala rasaku akan hadir Mu<br />
tiada kata-kata lagi yang terucap melalui bibirku<br />
tiada lagi bahasa dan tulisan yang sanggup merangkum rasa<br />
karena semua telah aku serahkan pada pemilik jiwa</p>
<p>diam … diam … diam …diam … diam …. diam ….. dan diam<br />
damai …. damai … damai …. damai….. damai…..damai …. dan damai</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://at-tadzkir.org/wordpress/?feed=rss2&amp;p=435</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengajian Juni 09</title>
		<link>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=411</link>
		<comments>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=411#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 09:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ansori</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Asmaul Husna]]></category>

		<category><![CDATA[Doa]]></category>

		<category><![CDATA[Dzikir]]></category>

		<category><![CDATA[Keimanan]]></category>

		<category><![CDATA[Taubat]]></category>

		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Video At-tadzkir]]></category>

		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>

		<category><![CDATA[at-tadzkir]]></category>

		<category><![CDATA[iman]]></category>

		<category><![CDATA[pengajian]]></category>

		<category><![CDATA[video pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Pengajian Juni Bag. 1


Pengajian Juni Bag.2

Pengajian Juni Bag.3

Pengajian Juni Bag.4

Pengajian Juni Bag.5

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengajian Juni Bag. 1</strong></p>
<p><object width="445" height="364" data="http://www.youtube.com/v/juqlILXmAsw&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/juqlILXmAsw&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p><span id="more-411"></span><br />
<strong>Pengajian Juni Bag.2</strong></p>
<p><object width="445" height="364" data="http://www.youtube.com/v/xOQO_UtVC74&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/xOQO_UtVC74&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p><strong>Pengajian Juni Bag.3</strong></p>
<p><object width="445" height="364" data="http://www.youtube.com/v/jcD-32I9Or4&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/jcD-32I9Or4&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p><strong>Pengajian Juni Bag.4</strong></p>
<p><object width="445" height="364" data="http://www.youtube.com/v/tQ_0pFU12qA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/tQ_0pFU12qA&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p><strong>Pengajian Juni Bag.5</strong></p>
<p><object width="445" height="364" data="http://www.youtube.com/v/nNAbgQRVDBo&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/nNAbgQRVDBo&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://at-tadzkir.org/wordpress/?feed=rss2&amp;p=411</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dosaku Di Ujung Tanduk</title>
		<link>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=408</link>
		<comments>http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=408#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 07:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sajak]]></category>

		<category><![CDATA[dosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Judul Asli : &#8212;&#8212;
Oleh : Vicky
Aku tersesat dalam kelalaian, sedang kematian menuju ke arahku…kian lama kian dekat
Jika aku tidak mati hari ini, suatu hari kelak aku pasti mati…
Aku manjakan tubuhku dengan pakaian2 halus dan mewah
Padahal tubuhku akan membusuk dan hancur dalam kubur
Aku bayangkan tubuhku berangsur-angsur akan hilang
Sedikit demi sedikit berkurang hingga tinggallah kerangka, tanpa kulit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Asli : &#8212;&#8212;<br />
Oleh : Vicky</p>
<p>Aku tersesat dalam kelalaian, sedang kematian menuju ke arahku…kian lama kian dekat<br />
Jika aku tidak mati hari ini, suatu hari kelak aku pasti mati…<br />
Aku manjakan tubuhku dengan pakaian2 halus dan mewah</p>
<p>Padahal tubuhku akan membusuk dan <span id="more-408"></span>hancur dalam kubur<br />
Aku bayangkan tubuhku berangsur-angsur akan hilang<br />
Sedikit demi sedikit berkurang hingga tinggallah kerangka, tanpa kulit tanpa daging..</p>
<p>Aku melihat umurku kian habis.<br />
Namun keinginan2ku belum juga terpuaskan…<br />
Perjalanan panjang terbentang dihadapanku.<br />
Sedangkan aku tidak memiliki bekal untuk menempuh jalan itu.<br />
Aku mendurhakai Tuhanku dan melanggar perintah2-Nya dengan terang2an</p>
<p>Padahal Dia mengawasiku setiap saat…<br />
Aku menuruti hatiku dalam perbuatan2 yang memalukan…<br />
Apapun yang telah terjadi tak dapat dihapuskan…<br />
Dan sang waktu, bila telah berlalu tidak dapat ditarik kembali..</p>
<p>Wahai Allah al-Alim.., aku berdosa secara rahasia..<br />
Tidak pernah orang lain mengetahui dosa2ku yang mengerikan…</p>
<p>Tapi esok, rahasia dosa2ku akan ditampakkan<br />
Dan diperlihatkan kepada Tuhanku<br />
Aku berdosa kepada..Nya<br />
Walaupun hati merasa takut..Aku sangat percaya Ampunan-Nya yang tak terbatas<br />
Aku berdosa dan tak tahan menanggung malu<br />
Tetapi aku bergantung kepada ampunanNya yang tak terbatas</p>
<p>Seandainya tidak ada azab setelah kematian… Tiada janji akan surga, tiada ancaman akan neraka<br />
Kematian dan kebusukan tubuhku cukuplah sebagai peringatan…</p>
<p>Tak diragukan lagi, aku adalah yang terburuk diantara semua Hamba2Nya<br />
Belas kasihanilah aku dalam kegelapan kesendirian dalam kubur..<br />
Ketika aku ditinggalkan oleh segalanya….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://at-tadzkir.org/wordpress/?feed=rss2&amp;p=408</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
