Kami

Bismillâhirrahmânir rohîm.

Alhamdulillâhirobbil ‘âlamîn wa bihî nasta’în, ‘alâ umûriddunyâ waddîn wash shalâtu wassalâmu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallam.

Segala puja & puji bagi Allah , Tuhan semesta alam, kami haturkan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT yang telah melimpahkan karunianya, hingga hadirnya situs http://www.at-tadzkir.org dihadapan kaum muslimin & muslimat sekalian.

At-tadzkir mencari persamaan bukan perbedaan, membuka tabir Islam, mengenalkan Islam yang sebenarnya. “Al-Islâmu ya’lu walâ yu ‘la ‘alaih”, Islam adalah agama yang tinggi (peradabannya) dan tidak ada agama yang lebih tinggi darinya, tinggi ahlaqul karimahnya. Melalui pengamalan dan pemahaman Asmâul Husna yang benar, hingga pesan-pesan moral yang ada pada Asmaul Husna menjadi implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Satu-satunya petunjuk haqiqi adalah Al-Quran sebagai hakama wal imâma. Hukum dan imam bagi keseluruhan umat Islam yang berfungsi sebagai satu-satunya visi dan misi dalam syiar Islam. Banyak orang menyatakan Al-Qur’an sebagai kitab undang-undang kehidupan, tetapi dalam kenyataannya belum nampak aplikasinya dalam kehidupan itu sendiri.

Banyak orang yang mempersepsikan membaca Al-Quran dikarenakan ingin memperoleh pahala dari Allah SWT di akhirat kelak. Paradigma ini sebisa mungkin diarahkan pada pemahaman yang lebih sempurna. Dimana Al-Quran bukan hanya sekedar dibaca tulisannya tetapi juga harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehingga wujud pahala bacaan Al-Quran dapat dirasakan di dunia ini, tidak hanya semata-mata dirasakan di akhirat.

Dzikrullâh mempunyai makna ingat kepada Allâh. Dalam konsep pengamalan, At-tadzkir cenderung membawakan dzikrullâh. Dzikir harus dilakukan dengan penuh rasa khusyu dan tadorru yang disertai dengan perspektif ilmiah, bukan dilakukan dengan taklid buta kepada guru. Dzikir mempunyai makna ingat, dzikrullâh berarti ingat kepada Allâh. Dzikir juga bisa bermakna takhalli (mengosongkan diri dari sifat-sifat buruk, menarik diri dari hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian kita kepada Allôh) dan Tajalli (menghias diri dengan kalimat Lâ ilâha illallâh, sehingga nampak ikhlas, kasih sayang dan menjaga kebersamaan). Dzikir bisa melalui solat 5 waktu, bisa dengan membaca Al-Qur’an, tahlil dan tahmid. Dzikir dapat dibawakan secara Zahar (dikeraskan suaranya) seperti dzikir dengan kalimat tasbih, tahmid, istighfar dan tahlil. Dzikir juga dapat dibawakan secara khofi (dibawakan di dalam hati) secara terus menerus, biasanya yang dilafalkan adalah Asmaul Husna.

Salah satu contoh dzikir dengan kalimat Lâ ilâha illallâh, dzikir dengan kalimat ini bisa dilakukan dengan cara takhalli dan tajalli. Tidak hanya dilakukan dengan zahar tetapi juga harus dirasakan dalam hati sanubari sehingga menimbulkan satu sikap kesanggupan bertauhid kepada Allah SWT. Begitu juga ketika kita mengucapkan kalimat Muhammadar rasûllullâh harus di iringi dengan itikad kesanggupan mengikuti jejak nabi Muhammad saw. Dengan demikian kita bisa merasakan rasa iman, rasa ihsan, rasa ikhlas, rasa sabar, rasa rasul hidup kembali, itulah wujud dari kalimat Lâ ilâha illallâh Muhammadar rasûlullâh.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 252, Allah berfirman; “Fazkurûnî azkurkum wasykurûlî walâ takfurûn”, karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari -Ku. Dzikir adalah sebagai sarana manusia untuk mendekatkan diri kepada Allâh. Maka dzikir merupakan motivator tumbuhnya cinta manusia kepada Allâh. Jika seseorang mencintai sesuatu maka tentulah orang tersebut akan sering ingat kepada sesuatu yang dicintainya. Demikian pula apabila seorang hamba mencintai Allâh, maka setiap saat yang diingatnya adalah Allâh. Dan dengan demikian kualitas cinta hamba kepada Allâh tergantung pada kualitas dzikirnya. Melalui dzikrullâh hijab antara hamba dengan Tuhannnya akan tersibak sehelai demi sehelai. Dengan demikian maka akan semakin jelaslah pandangan hati hamba kepada Allâh ‘azza wajalla, di mana Allâh adalah “Al-haqqu mirrabbik” (Allah adalah sumber dari sumber kebenaran).
“Barang siapa yang melihat kebenaran maka ia akan dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah dan cenderung akan memilih kebenaran. Barangsiapa tidak mampu melihat kebenaran maka ia tidak dapat membedakan kebenaran dengan kebatilan dan cenderung akan terjerumus pada kebatilan, dan itulah pandangan hati hamba yang terhijab dari melihat wajah Tuhannya”.

Kondisi seperti ini akan melahirkan hati yang keras membatu berselimutkan nafsu Lawamah; iri, dengki, hasad dan angkara murka disebabkan hati yang jauh dari Allah, maka keadaan seperti ini hatinya akan bertahtakan iblis la’natullah.Wal ‘ashri (demi masa), banyak sekali manusia yang merugi, tidak tahu arah tujuan hidup di dunia dikarenakan mereka tidak percaya kepada Allôh, mereka tidak menyatu dengan Allôh, mereka tidak beriman secara benar kepada Allôh.

Mari kita perhatikan kondisi Indonesia sekaran ini, mayoritas penduduknya beragama Islam tetapi mengapa pelaku kejahatan (kriminal), pelacuran (dunia hitam) dan kebodohan mayoritas pelakunya juga mereka yang beragama Islam. Banyak umat Islam yang pandai membaca Al-Qur’an, tekun shalatnya, rajin berpuasa bahkan tidak jarang yang sudah berkali-kali haji. Tetapi mengapa di negeri ini masih banyak yang melakukan korupsi, kemaksiatan dimana-mana bahkan sudah tidak ada lagi rasa malu untuk melakukannya. Fenomena ini terjadi dikarenakan mayoritas umat Islam di Indonesia belum mengenal Islam yang sebenarnya. Untuk mengatasi masalah ini, kami selaku pembawa At-tadzkir mengajak kepada seluruh umat muslimin untuk bersatu membangun tatanan yang ada sehingga terwujudlah satu tatanan agama yang unggul di segala aspek kehidupan. “Al-Islamu ya’lu walâ yu’la ‘alaih,” Islam adalah satu tatanan kehidupan yang tinggi (unggul) dan tidak ada yang lebih tinggi (unggul) dari tatanan kehidupan Islam.

Attadzkir semata-mata mencari ridho Allôh semata. Islam adalah agama mayoritas di negara Indonesia, tetapi kesadaran umat Islam untuk berinfaq masih lemah, kesadaran diri untuk beribadah kepada Allâh belum tumbuh. Belajar dari fenomena ini, kami para pembawa at-tadzkir mencoba mengedepankan apa yang dinamakan ikhlas, sabar, serah diri, dan apa yang dinamakan bertauhid akan Allôh. Dengan dikenalkannya bertauhid kepada Allôh dan dengan dikenalkannya bagaimana tatacara kehidupan Rasûlullôh semangat ibadah umat Islam akan tumbuh. Tanpa diminta mereka sanggup berkarya untuk kemajuan agama Allôh SWT.

At-tadzkir mempunyai gagasan atas gerakan batin Ilahiyah yang paling dalam. Di Indonesia 85% penduduknya adalah muslim yang notabenenya membawa bendera islam. Islam adalah agama yang membawa keselamatan dan menawarkan kebahagiaan dunia dan akhirat, ironisnya belum terlihat jelas wajah Islam dalam pengamalan kehidupan keseharian umat Islam itu sendiri. Ini terlihat mirisnya hubungan sesama umat Islam yang masih jauh dinilai harmonis. Belum tampak persatuan kesatuannya. Bahkan makin jelas perpecahannya dengan saling mengakui merasa paling benar dan mengkafirkan yang lain. Ini wujud umat muslim yang membawakan Islam belum mampu memberikan contoh Ahlakul karimah yang sebenarnya. Sebagai agama yang membawakan keselamatan, kondisi seperti inilah yang membuat At-tadzkir menjadi sangat prihatin kepada jamaah di seluruh Indonesia yang mengaku dirinya beragama Islam.

Kami menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat yang ada, seluruh aliran, atau mahzab untuk bekerja sama meluruskan kembali cara bertauhid kepada Allah SWT, dengan selalu mengedepankan kebenaran, kebersamaan dan keadilan, bukan perpecahan yang saling menyalahkan dan mengkafirkan.

Seluruh komponen yang merasa beragama Islam, mari kita bersatu dalam keragaman, menyatu dalam ridho Allôh, buktikan amal sholeh sebagai tujuan utama, tegakkan kebenaran dan keadilan yang dilandasi Al-Quranul karim dan sunah rasûlullâhi shallallâhu ‘alaihi wasallam. Kekalahan kita adalah ketika kita menyerah pada keadaan, oleh karena itu jadikanlah kekurangan sebagai awal kebangkitan untuk membangun Islamnya Muhamad saw, membangun ahli sunnah yang hakiki sehingga terwujudlah sebuah negeri yang aman sejahtera “baldatun thoyyibatun wa robbun ghufûr”.

Dengan bemodalkan bismillâhir rahmânir rahîm dan hanya mengharapkan ridho Allah SWT melalui situs ini, At-tadzkir hadir menyiapkan perwakilannya hampir di seluruh Indonesia untuk melayani umat, menanggapi dan membantu memberikan solusi agama Islam berlandaskan risalah Tauhid yang haq dengan berpegang teguh kepada Al-Quran dan As-sunnah. Insya Allah At-tadzkir siap melayani umat 24 jam sehari, baik secara langsung maupun via telepon.

Sejarah At-Tadzkir

Visi - Misi At-Tadzkir

 
 
 

» recent comments

  • haimin: betapa ilmu itu akan ter...
  • Muhlisin: Alhamdulillah...akhirnya...
  • Alfarizi: Assalamualaikum wr wb. ...

» archives

» meta