Sejarah

 

Bapak Muhammad Nur Gozali selaku pembawa embrio At-tadzkir masuk ke tanah Jawa. Pada pertama kali beliau menetap di Bandung, pada saat itu beliau belum menyampaikan tauhid secara utuh, tetapi masih menjadi pendekar silat dengan padepokan persilatannya.

Tahun ini adalah masa pengembaraan, dimulai dari Jawa barat; Bandung, Cikalong, Ciwidey. Lalu dilanjutkan ke selatan Batujajar, Cililin, Rongga Gunung haluk. Cianjur, Kandang sapi, Istambul dan Ciranjang.

Pengembaraan dilanjutkan ke utara; Pengasinan, Cilamaya.

Kajian tauhid semakin dihidupkan sementara ilmu persilatan mulai dikurangi. Pada masa ini beliau mengembara ke Sukabumi, Cianjur selatan Bandung selatan dengan mengenalkan aqidah Islam dan mengenalkan metode dzikir kepada ikhwan sesama muslim dengan tujuan menolong sesama.

Malam rabu pertengahan bulan Sya’ban 1398 H atau pertengahan Juli 1978 adalah malam kali pertama diadakan pengajian dzikir di Sukabumi. Pada tahun ini dunia persilatan yang dipimpinnya hanya tinggal 10%, dan pada tahun yang sama pak Nur Ghozali pindah ke Ciputat Tangerang.

Pada tahun ini juga, majlis dzikir dibuka di Jakarta diawali dengan dibukanya pengajian dzikir di daerah Minangkabau Manggarai Jakarta Selatan dengan ta’lim kecil yang berjamaahkan para pedagang-pedagang kecil dan pengamen-pengamen.

At-Tadzkir dikenalkan di Ciputat yang diawali dengan cara membuka peraktek pengobatan dan olahraga beladiri. Pada waktu itu yang ditangani adalah pasien sakit jiwa. Pada malam Rabu 18 Syaban 1402 H atau bertepatan pada tanggal 08 Juni 1982 M At-tadzkir diproklamirkan yang disaksikan oleh para ikhwan. Pada saat itulah pertama kalinya At-tadzkir menyampaikan aqidah kepada umat secara terbuka dengan vissi “Menyatu dalam ridho Allôh, mewujudkan amal soleh, menegakkan kebenaran dan keadilan yang dilandasi Al-Qur’an dan Al-Hadits”.

 

 

 

Pada masa ini At-tadzkir mengalami perkembangan yang pesat, dengan dibukanya cabang di Jepara, Purwodadi, Jawa Timur, dan Palembang.

Ilmu beladiri sudah hampir tidak ada, kajian tauhid mulai dominan.

Ilmu bela diri sudah mulai ditinggalkan, dan pengobatan tinggal 10 %.

Perkembangan ta’lim ke wilayah Madura selama 2 tahun, tepatnya di daerah Sumenep, Pemekasan, Sampang dan Bangkalan.

Pada akhir tahun ini beliau pindah ke Jakarta dan setahun kemudia menetap di Karet Sepatan Kutabumi Tangerang sampai sekarang. Pada tahun ini dibuka cabang perwakilan di daerah-daerah lainnya, Seperti :
•    P. Sumatera, Lampung ada sekitar 130 ta’lim.
•    Sumatera Selatan ada sekitar 200 ta’lim.
•    Sumatera Utara
•    Sumatera Barat
•    Lampung
•    Tanjung Karang
•    Jambi, Bangka
•    Kepualaun Riau
•    Batam Tanjung Balai
•    Tanjung Pinang dan pulau-pulau kecil lainnya

Setelah itu At-tadzkir merambah ke Kalimantan mulai dari :
•    Balikpapan
•    Tenggarong
•    Loajanan
•    Samarinda
•    Pangkalanbun Pontianank
•    P. Bali
•    P. Sumbawa

AT-tadzkir merambah ke negeri tetangga Seperti :
•   Singapura
•   Malaysia
•   Tailand selatan

 
 
 

» recent comments

  • haimin: betapa ilmu itu akan ter...
  • Muhlisin: Alhamdulillah...akhirnya...
  • Alfarizi: Assalamualaikum wr wb. ...

» archives

» meta